[Resensi Buku] Mendidik Anak Laki-laki


A boy‘s best friend is his mother,kutipan oleh Joseph Stefano menurut nya sahabat anak laki-laki adalah ibu nya .Kaum laki-laki adalah pemimpin kaum perempuan dan anak laki-laki adalah penopang masyarakaat dan pondasi bangunan umat .
Jadi teringat kata bapak Soekarno , “Beri Aku 10 Pemuda ,maka akan ku guncangkan dunia ’’.
bisa di simpulkan bahwa pemuda dapat menjadi ujung tombak perubahan suatu bangsa. Menurut Peggy Drexler seorang ahli psikolog mengatakan orang tua harus menyadari bahwa anak lelaki memang seharusnya menjadi laki-laki , maksud pernyataan berikut adalah anak laki-laki biarkan bermain selayaknya anak laki-laki ,bermain pistol, berlarian .


            Remaja laki-laki zaman now menghabiskan  waktu dengan mobile legend ,pacaran , bersosial media dengan beragam aplikasi seperti instagram ,youtube , tik –tok .remaja milenial yang tumbuh dengan arus perkembangan digital menjadi pemuda zaman now menjadi konsumtif terhadap kuota bukan ilmu dan pengalaman leadership.Dalam buku ‘kebohongan tentang remaja sulit diatur’ oleh Al-Aisawi , sebagaian orang secara berlebihan menyebut remaja sebagai masa –masa sulit diatur , salah satu psikolog barat bahkan menyebut madness atau fase gila.Bagaimana dunia digital menyedot perhatian besar kaum remaja , hingga ada istilah‘‘generasi nunduk ’’
bagi remaja, addict gadget, jika kita tidak dapat mengadopsi kebringasan digital sebagai sumber positive vibes .
Review buku kali ini akan berhubungan dengan remaja laki-laki , buku karangan Dr.Khalid Asy-Syantut tentang mendidik anak laki-laki , di bawah ini rincian buku nya
Nama buku     : Mendidik anak laki-laki
Penulis buku   : Dr.Khalid Asy-Syantut
Penerbit          :Aqwam
Halaman         : 208 Halaman
            Buku ini terdiri dari 8 Bab masing-masing berisi tentang cara mendidik anak laki-laki versi Dr.Khalid tentang mengenalkan mesjid , penanamkan  definisi pemuda dalam islam ,memilihkan teman –teman yang baik ,berkemah ,role model pemuda islam dan data pendukung tentang anak laki-laki.
Bab pertama akan di kupas tentang remaja dalam segala bentuk aspek menurut psikolog dan islam.
             Dalam buku ini psikolog memaparkan fase usia remaja yang terbagi tiga bahagian 12-14, 15-17,18-21 , menurut pakar psikolog  yaitu Stanley Hall ,beliau menganggap remaja adalah fase sulit diatur dan penuh tekanan artinya semua remaja sakit dan perlu penanganan bahkan Dr.Majid Arsan Al-Kailani menjelaskan penyakit jahiliyah modern , maka harus pandai dalam menghadapi remaja karena fase ini menurut Al-Aisawi remaja seolah di tolak di masyarakaat karena jika di perlakukan seperti anak-anak mereka di cemooh tetapi jika kita memperlakukan bak orang dewasa mereka di tolak bergabung.
Buku parenting
Sampul depan 
Bab kedua akan mengupas tentang tips dan trick agar anak cinta terhadap mesjid ,Anak melihat langsung teladan baik dari orang dewasa  di mesjid , memasukkan anak dalam komunitas di Mesjid  atau melibatkan nya dalam pemakmuran mesjid  .
Penulis pun  berpendapat bahwa mesjid menjadi tempat satu-satu nya  berisi orang –orang sholeh yang menjadi contoh baik anak –anak usia remaja.
             Bab selanjutnya  mengupas tentang perlu nya memilih teman yang baik sesuai dengan perkataan Nabi,Perupamaan  teman baik dan teman buruk itu laksana tukang minyak wangi dan peniup ubupan api ,Untuk tukang minyak wangi ,mungkin ia memberi mu atau kau membeli dari nya  atau engkau bisa mencium bau wangi darinya .Sementara peniup ubupan api ,mungkin ia  bisa membakar  bajumu atau kau mencium bau tidak sedap darinya.
Sampul belakang 
Sebagai seorang guru Islam terpadu , penulis tahu bahwa kemah atau pramuka  adalah cara membentuk pola pikir dan tindak seorang anak , nah ternyata dalam pendidikan islam terkhusus anak laki-laki melatih dan kekuatan fisik ( I’dad) termasuk dalam ajaran islam .
Didalam buku karya Dr.Khalid ini dikupas bagaimana tehnis Kemah dan bahagian nya sebagai Tarbiyah ( Pendidikan) . Kemudian setelah paham teori tentang konsep mendidik anak laki-laki Bagaimana kita menghantarkan segala bentuk teori tersebut kepada anak ?
Apakah kita menjelaskan satu persatu teori nya ? tentu bukan ,maka cara nya adalah dengan bercerita , bercerita tentang gagah nya pemuda muslim sebelum ia terlelap konon kata nya sebelum tidur menuju jam tidur anak , alam bawah sadar nya sangat mudah menyerap semua imajinasi termasuk cerita . maka cerita tentang Umar bin abi waqqash , Thalhah bin Ubaidillah atau Bilal bin Rabbah akan menjadi visualisasi kepribadian nya .
Nah itulah lebih kurang konten buku oleh Dr.Khalid . mari kita lanjut ke bagian opini 




Kelebihan dan kekurangan Buku Mendidik Anak Laki-laki oleh Dr.Khalid Asy-Syantut 
        Nah ini hanya opini setiap reviewer pasti beda menilai nya nah buku ini mungkin karena di buat oleh penulis yang berlatar belakang pendidikan di Jeddah , penulis melihat latar belakang masalah nya terungkap tetapi sangat umum dan koresponden dalam mengangkat masalah remaja di ambil dari bahagian negara lain .
Secara pendekatan islami buku ini termasuk recommended  tetapi dalam aspek psikolog rendah
sebagai guru , saya melihat harus ada dua unsur keilmuan dalam mendidik anak secara pskologi dan islam karena ,anak setiap jenjang usia nya beda cara memperlakukan nya .
Nah dalam penggunaan ilustrasi nya juga minim gambar , saran nya di bagian bab Teladan Pemuda Islam ada ilustrasi yang dapat di gunakan sebagai media bercerita pada anak.
Pada dasar nya buku ini termasuk recommended  untuk di gunakan orang tua dan guru karena praktikal .


10 komentar:

  1. Makasih kak resensinya. Jadi udah ngintip isinya.. Hihihi
    Ditunggu buku parenting lainnya ya..

    BalasHapus
  2. Bacaan kita sama bu... Terima kasih diingatkan kembali..

    BalasHapus
  3. Generasi nunduk termasuk awak kab itu... Huh. Lepas dari gadget emang susah.

    BalasHapus
  4. Buku ini cocok buat saya yg punya anak laki tiga

    BalasHapus
  5. Buku yang bagus nih, apalagi punya anak laki-laki seumuran dengan topik yang dibahas, nice info. Thanks ya

    BalasHapus
  6. Must have item nih💚💚💚

    BalasHapus
  7. harus beli keknya ini. Nice share kak. makasih.

    BalasHapus
  8. wkwkwk.. kemarin kolpriku masih segel malah kujual bareng mendidik anak perempuan. jazakillah ulasannya. 😁

    BalasHapus
  9. Saya sblum ada gadget juga generasi nunduk. Cuma medianya beda. Dulu buku sekarang ya.... sudahlah... 😑

    BalasHapus
  10. wih, memang berat mendidik anak laki2 ..krn anak laki2 yg diinginkanntu yg dewasa..yg bijaksana yg bertangnggungjawab jika nanti dia sudah besar. Kebanyakan anak laki2 jaman now sibuk melakukan hal bodoh hanya untuk diviralkan.

    BalasHapus